Tampilkan postingan dengan label Christian Jokes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Christian Jokes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Januari 2008

Pendeta naik Haji

Seorang haji bertetangga baik dengan seorang pendeta, rumah mereka berada disebuah lembah dan pada musim penghujan sering kebanjiran. Suatu ketika, hujannya cukup deras, sehingga air cukup tinggi. Karena Pak Haji badannya tinggi besar, dalam perjalanan menuju tempat pengungsian, ia menggendong Pak Pendeta agar tidak tenggelam.

"Apakah Pak Haji pernah mendengar seorang pendeta naik haji?" tanga Pak Pendeta.

"Ah, yang benar saja Pak Pendeta, mana ada?" jawab Pak Haji.

"Lah, yang saya lakukan ini, apa?" kata Pak Pendeta lagi.

"Wah, kalau berita tentang seorang haji membaptis pendeta, apakah Pak Pendeta sudah pernah melihat?" balas Pak Haji

"Ah, yang benar saja, Pak Haji!"

"Pak Pendeta tidak percaya? coba lihat ini!" jawab Pak Haji seraya melepaskan gendongannya.

Kamis, 02 Agustus 2007

Belajar dari Pendeta

Seperti biasanya, setiap hari Minggu pagi orang-orang datang ke gereja dan langsung memilih tempat duduk di bangku bagian belakang. Demikian juga dengan pagi ini, kecuali seorang pendatang baru yang langsung menuju ke bangku paling depan.

Setelah kebaktian, Pendeta memberi salam kepada pendatang baru ini sambil bertanya mengapa ia duduk di bangku paling depan. "Saya seorang sopir bus," jawabnya, "dan saya datang untuk belajar dari anda bagaimana caranya membuat orang-orang berebut duduk di bangku yang paling belakang."

Rabu, 01 Agustus 2007

Ambillah ginjalku

Ada seorang pendeta yang mengidap penyakit ginjal, dan menurut dokter umurnya tinggal sebulan lagi. Tapi penyakitnya itu dapat disembuhkan kalau ada sumbangan ginjal. Lalu, pada hari minggu pendeta itu berkotbah di sebuah gereja. Di sela-sela kotbahnya ia menceritakan tentang penyakitnya.

Pendeta : "Saudara sekalian...tentunya anda sekarang mengetahui penyakit saya ini... Tapi adakah di antara saudara yang mau menyumbangkan ginjalnya pada saya?" (Seluruh jemaat mengangkat tangannya)

Pendeta itu otomatis bingung siapa yang harus dia pilih, akhirnya....
Pendeta : "Kalau begitu kuta undi saja dengan bulu ini. Kalau bulu ini jatuh di kepala seseorang maka nantinya orang itu yang akan menyumbangkan ginjalnya pada saya!"

Pendeta melemparkan bulu itu. Dan terdengarlah para jemaat berkata,
"ambilah ginjalku, puhhhh... (suara orang meniup), ambilah ginjalku, puhhh..."